Mahkamah Agung Terbitkan Sema Nomor 1 Tahun 2018

Berita Utama
Typography

PA-SEKAYU.GO.ID - Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. Muhammad Hatta Ali, S.H., M.H., menandatangani Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Larangan Pengajuan Praperadilan Bagi Tersangka Yang Melarikan Diri Atau Sedang Dalam Status Daftar Pencarian Orang (DPO) tanggal 23 Maret 2018, yang berlaku di lingkungan Peradilan Umum.

SEMA ini terbit dilatari semakin cenderungnya permohonan praperadilan diajukan oleh tersangka dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO), dimana saat ini belum adanya peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang hal itu.

Disamping itu SEMA Nomor 1 Tahun 2018 juga bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dalam proses pengajuan praperadilan bagi tersangka dengan status Daftar Pencarian Orang (DPO).

Baca Juga : Sidkel PA Sekayu Tahap I Di Wilayah Banyuasin

Ada tiga muatan pokok yang diatur SEMA Nomor 1 Tahun 2018. Pertama, tersangka yang sedang melarikan diri atau dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO) maka tidak dapat mengajukan praperadilan. Kedua, jika praperadilan tetap diajukan oleh penasehat hukum maupun keluarganya, maka hakim dapat menjatuhkan putusan tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijke Verklaard). Sedangkan hal ketiga, terhadap putusan tersebut tidak dapat diajukan upaya hukum.

Berkaitan dengan hal ini, disisi lain Perluasan Objek Praperadilan Pasal 77 huruf (a) Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang KUHAP oleh Mahkamah Konstitusi (MK) membuka peluang besar bagi para DPO untuk memanfaatkan hal itu.

Artinya, bunyi amar putusan nomor 21/PUU-XII/2014, dikutip dari situs mahkamahkonstitusi.go.id, jika di dalam Pasal 77 huruf (a) KUHAP mengatur kewenangan praperadilan hanya sebatas pada sah atau tidaknya penangkapan, penahanan, penghentian penyidikan atau penuntutan, maka melalui putusan ini MK memperluas ranah praperadilan termasuk sah atau tidaknya penetapan tersangka, penggeledahan dan penyitaan.

Pada hakikatnya, sangat tidak fair jika DPO ingin mendapatkan haknya melalui proses hukum, namun sebaliknya ia malah menghindari hukum dengan melarikan diri.

| Humas Pengadilan Agama Sekayu