12
Min, Jul
0 New Articles

Calon Hakim dan Rumah Sehat Muba

Berita Utama
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

PA-SEKAYU.GO.ID| Rabu (29/04/2020) Setelah selama 14 hari diisolasi di rumah sehat Muba, dan semua dinyatakan sehat, setelah menjalani serangkaian tes yang dipasilitasi oleh rumah sehat Muba itu, para calon hakim itu, yang SK nya ditempat di PA Sekayu itu, kini telah siap untuk dilantik menjadi Hakim PA Sekayu.

Tindakan isolasi itu, sejatinya didasari pada kondisi negara kita yang saat ini sedang mewabah covid 19. Ada beberapa daerah sudah terdata kedalam zona merah, bahkan saat ini sudah melakukan pembataaan sosial berskala besar. Di antara daerah yang termasuk zona merah itu, adalah Jakarta, Bandung, Bogor, Depok dan daerah sekitarnya. Sementara calon Hakim PA Sekayu itu, sebagian besar berasal dari zona merah itu.

Dalam aturan protokol daerah Muba, setiap pendatang yang berasal dari zona merah covid 19  harus melapor ke petugas kesehatan yang telah disiapkan oleh Dinas Kesehatan setempat, untuk segera didata dan dipantau, lalu melakukan isolasi mandiri.

Nah untuk melakukan isolasi mandiri itu harus ada tempatnya, atau ada rumah tinggalnya, sementara para calon hakim itu pendatang baru yang belum ada apa apa, pun masyarakat yang dalam kondisi saat ini juga menjadi paranoid dengan pendatang baru, apalagi pendatang yang berasal dari daerah sudah terpapar covid 19. Lalu atas koordinasi PA Sekayu dengan Dinas Kesehatan setempat, jadilah para calon Hakim itu diisolasi di rumah sehat Muba.

Apa itu rumah sehat Muba? Dan pasilitas apa saja yang ada didalamnya?

Rumah sehat Muba itu adalah tempat yang secara khusus dipersiapkan oleh Bupati Muba untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19, dengan cara mengisolasi diri Orang Dalam Pantauan (ODP). Rumah itu telah di desain seenak mungkin untuk ditempati, pasilitas lengkap, berikut sarana olah raganya, pun yang lebih menyenangkan itu, semua kebutuhan kita dilayani oleh petugas kesehatannya.

Salah seorang calon hakim itu, sebut saja Ade Sofyan, yang telah selesai melakukan isolasi, membagi pengalamannya selama 14 hari di rumah sehat itu. Selama 14 hari itu kesehatan kita memang benar-benar dipantau, diperiksa 3 kali sehari, makan 3 kali sehari, pagi olah raga, senam bersama, lalu ada sarana fitnes, jadi apa yang kita butuhkan tinggal disampaikan sama petugas jaganya. Pokoknya enaklah, karena kita benar-benar dilayani di rumah sehat itu. Yang membuat kita bosan itu, kita tidak boleh keluar dari pintu rumah sehat itu, di depan ada satpam yang berjaga selama 24 jam. Untuk menghilangkan kebosanan itu, ada yang fitnes, ada yang nelpon keluarga, ada yang ngerumpi, ada yang nonton, dan aktivitas lain. Demikian Ade Sofyan.

Kini, setelah mereka selesai dari babak isolasi itu, salanjutnya akan memasuki babak baru dalam sejarah hidup mereka dan siap-siap dengan sejarah baru menjadi seorang hakim yang adil dan bijaksana, sebijaksananya mereka menerima kondisi di tengah covid 19 ini, pun tidak mustahil justru ditangan merekalah nanti akan lahir para hakim yang bisa menciptakan sejarah baru bagi dunia peradilan. (Humas PA Sekayu).